My New Best Friends
Destroy and stop me, now…
Ya, itulah penggalan lagu disaat aku memulai menulis postingan ini (gak ada hubungannya ama apa yang akan aku ceritakan disini). I have a new best friend! one pair of in-ear headphone connected to my mp3 player! yahooo!!!
Sebenernya, si mp3 player adalah teman lama yang telah hidup kembali, setelah sekian lama terlupakan, hoho. Gadget yang satu ini aku beli (kalo gak salah) pas kelas XI semester 2. Creative Zen V Plus, gadget yang mengubahku menjadi seorang pecinta suara, seorang yang tak hanya mendengarkan musik, tapi sangat memperhatikan kualitas suara yang didengarnya. Dengan fasilitas Custom EQ, 8 EQ preset, Bass Boost, dan Smart Volume membuatnya mampu menghasilkan suara yang berkualitas, yang tentu saja didukung dengan in-ear headphone yang baru-baru ini aku beli.
Dengan fitur noise isolating, membuat si EP-650 ini mampu meredam suara diluar dan menghasilkan suara yang jernih. *kalo lagi dipake beneran gak bisa denger suara dari luar. Ternyata ada sisi negatif nya juga lho. Kalo lagi jalan di pinggir jalan ato pas mau nyebrang, gak kedengeran sama sekali kalo ada mobil ato motor yang lewat, klakson, apalagi temen yang manggil. Kalo lagu nya di pause, mungkin cuma denger 20% dari intensitas suara yang biasa di dengar.
Creative Zen V Plus + Creative EP-650 in-ear headphone = what a perfect match!!
Sepertinya, mereka berdua akan menemani setiap langkahku disetiap waktuku *lagu apa ya lupa
Curhatan seorang (newbie) Audiophile

Creative Zen V Plus

Creative EP-650
Working with animation
Proyek web sempat terlupakan, akhirnya kembali menemukan mood untuk mulai menyelesaikannya, trus kepikiran deh buat nyoba-nyoba bikin animasi pake SwishMax2, masih cupu-cupu gini,

Banner for main header

250x250 ad banner
Next time, I hope I can make a better one!
I Miss You
0:39, Masih belum bisa menormalkan jam tidur sejak tiba di Bandung.
Setelah membaca beberapa thread di salah satu forum, tiba-tiba air mata menetes begitu saja. Aku teringat akan sesuatu yang selama ini selalu “mengganggu”ku. Pantaskah aku untuknya? Entah kenapa, aku merasa aku telah menjadi seseorang yang sangat egois selama ini. Rasanya, aku hanyalah seorang penghambat baginya. Kadang-kadang, timbul pikiran-pikiran aneh. “Kayanya kalo gak ada gw, dia bakal jauh lebih baik, jauh lebih berkembang”.
Hubungan ini emang diawali dan selalu diiringi dengan peristiwa-peristiwa yang berkesan, sangat berkesan. Mungkin inilah yang membuat hubungan ini bisa bertahan sampai saat ini.
Aku memandang dia sebagai seorang yang sangat istimewa. Walaupun demikian, aku tak pernah merasa sebagai seorang yang istimewa di mata dia. Apa sih yang bisa dibanggain dari gw? Apa sih yang bisa gw berikan? Tak lain hanyalah seorang cowok yang sering menangis, egois, dan hanya bisa membuat dia menangis.
Hampir 2 minggu setelah pertemuan kita yang terakhir. Ingin rasanya bisa berada di tempat yang sama, pada waktu yang sama (baca: kangen). Banyak hal yang mengingatkan dia di kamar ini.

laptop kesayangan gw, tentu saja, dari sinilah semuanya berawal

rice, eh noodles-cooker
jadi inget pas bikinin sarapan buat dia

ini payung “pengganti” karena payung dia ilang ama gw
Karena itu, aku akan selalu berusaha untuk menjadi istimewa…
What I wanna do this year
Aku ingin, di tahun ini…
- Menjadi lebih baik dalam hal akademik. Lebih fokus dan serius.
- Mempelajari designing dengan baik dan terstruktur.


I was a brilliant man. Now, Why not?
Semester 4 akan segera dimulai. Banyak kegagalan yang ada di semester sebelumnya. Dari mulai kegagalan akademik sampai kegagalan dalam hal lain yang menyangkut kehidupan sebagai seorang manusia di luar peran saya sebagai mahasiswa farmasi. Rasanya emang benar, penyesalan pasti datang di akhir, disaat saya sudah tak memiliki kekuatan apapun untuk merubah keadaan. Tapi, haruskah saya menyesal? pentingkah? berpengaruhkah? Jawabannya tentu saja tidak, tidak, dan tidak. Satu hal yang harus kulakukan adalah trying to be better for the next.
Sedikit sekali orang yang masih bisa berpikir positif disaat berada pada tingkat terlemahnya. Semuanya terkesan salah, semuanya terkesan negatif, dan dirinya akan memberikan efek negatif dengan harapan dapat mengembalikan kekuatannya. Itu bukanlah apa yang harus saya lakukan saat ini. Negatif dilawan dengan memberikan efek positif.
Saya harus fokus. Saya harus belajar. Saya harus mengesampingkan kegiatan yang akan sangat menghambat kemajuan diri saya, baik sebagai mahasiswa, maupun dalam peran saya yang lainnya. Hanya lakukan kegiatan yang sekiranya bermanfaat. Perbanyak berdoa. Jangan pernah lupa untuk bersyukur. Kesampingkan perasaan yang sekiranya mengganggu. FOKUS! I was a brilliant man. Now, why not? Just need to repeat that ‘brilliant’ thing.
Aku selalu yakin. Tak ada kata terlambat untuk berubah.
















7 comments